ANALISIS PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI APOTEK SANA FARMA KABUPATEN KUDUS BULAN OKTOBER – DESEMBER 2017

Dian Arsanti Palupi, Tri Mutmainah

Abstract


Hipertensi adalah suatu gangguan pada sistem peredaran darah, yang mengganggu kesehatan masyarakat. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi. Hal ini disebabkan adanya gejala yang tidak nyata dan pada stadium awal belum meninggalkan gangguan yang serius pada kesehatannya.BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan Program Jaminan Sosial di Indonesia. BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT. Askes dan lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan PT. Jamsostek. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga kerjaan. Mengunakan data restrospektif dari peresepan antihipertensi pada pasien BPJS bulan Oktober – Desember 2017 di Apotek Sana Farma Kabupaten Kudus  Hasil penelitian diolah dengan Microsoft excel. Hasil yang didapat adalah karakteristik obat antihipertensi tertinggi berdasarkan jenis kelamin. Pada karakteristik obat antihipertensi distribusi penggunaan obat antihipertesi tunggal dan kombinasi. Distribusi penggunaan obat antihipertensi berdasarkan golongan obat dan distribusi penggunaan obat antihipertensi berdasarkan umur. Penggunaan obat antihipertensi pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Peresepan obat antihipertensi tunggal lebih banyak dibandingkan dengan peresepan kombinasi. Golongan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah golongan Calcium Chanel Blocker (CCB). Pada karakteristik obat antihipertensi berdasarkan umur diperoleh hasil lebih banyak pada umur 50 tahun keatas lebih banyak yang menderita penyakit hipertensi. Umur merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi.

 

Kata Kunci : Analisis Peresepan, Antihipertensi, Pasien BPJS

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.