PERBEDAAN KEMAMPUAN PENGIKATAN LOGAM Fe EKSTRAK TEH HITAM (Camellia sinensis O.K var assamica (mast.)) YANG DIEKSTRAKSI SECARA INFUS, DIGESTI DAN MASERASI

Agus Suprijono, Unik Dianita, Hesti Wulan

Abstract


Teh hitam merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jenis teh ini dibuat melalui fermentasi oleh enzim polifenol oksidase yang dapat mengoksidasi katekin dalam daun segar, sehingga memberi ciri khas teh hitam yaitu berwarna dan berasa tajam. Theaflavin merupakan hasil oksidasi katekin akibat proses oksimatis pada pengolahan teh hitam. Penarikan senyawa aktif dari teh hitam dilakukan melalui proses ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Senyawa tanin dan flavonoid dalam teh hitam larut dalam air dan tahan terhadap pemanasan sehingga dapat disari dengan cara dingin dan cara panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kemampuan pengikatan logam Fe serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan pengikatan logam Fe dari ekstrak teh hitam yang diekstraksi secara infus, digesti dan maserasi. Kemampuan pengikatan logam Fe ditentukan dengan FeCl3 secara spektrofotometri visibel hingga diperoleh nilai persentase kemampuan pengikatan logam Fe. Untuk pengujian ekstrak teh hitam dibuat dengan konsentrasi 8mg/ml, 10mg/ml, 12mg/ml, 16mg/ml dan 20mg/ml kemudian diuji kemampuan pengikatan logam Fe dengan FeCl3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hitam yang diekstraksi secara infus memiliki kemampuan pengikatan logam Fe terbesar, diikuti proses ekstraksi secara digesti dan secara maserasi. Hasil uji anava menunjukkan harga F hitung (342,622) > F tabel (3,15) pada α (0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan kemampuan pengikatan logam Fe antara hasil ekstraksi teh hitam metode infus, digesti dan maserasi. Uji pasca anava menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pengikatan logam Fe yang bermakna antara masing-masing metode.

 

Kata kunci : ekstrak teh hitam, logam Fe, infus, digesti, maserasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.